Menjelang senja…
Kita duduk berdua dekat jendela ruang tamu
Saat itu hujan turun membasahi bumi sekitar rumahku,
Ada rasa akan kehilangan membalut relung nadiku,
Menjelang senja…
Kau menatapku dengan derai air mata
Seolah ingin berucap “jangan pergi aku menyayangimu”
Aku hanya diam tak berucap kata…
Menjelang senja…
Kau masih menangis saat kuantar kau menuju kota,
Tempat diamana pertama kali kita bertemu,
Kau peluk aku erat hingga
menyumbat jalan nafasku,
Menjelang senja…
Gerimis hujan masih membasahi bumi setibanya di kota,
Kau menangis menjadi dan berucap “kenang aku
Dalam damai hatiku kau tersimpan”,
Menjelang senja…
Akan kutinggalkan semuanya disini,
semua yang terindah yang pernah terlewati
bukan “selamat tinggal” tapi “sampai jumpa lagi”
karena aku akan kembali lagi saat “menjelang senja”
wd
Bandung
31 Januari 2010
