Senin, 12 Desember 2011

Menjelang Senja

 
Menjelang senja…

Kita duduk berdua dekat jendela ruang  tamu

Saat itu hujan turun membasahi bumi sekitar rumahku,

Ada rasa akan kehilangan membalut relung nadiku,



Menjelang senja…

Kau menatapku dengan derai air mata

Seolah ingin berucap “jangan pergi aku menyayangimu”

Aku hanya diam tak berucap kata…



Menjelang senja…

Kau masih menangis saat kuantar kau menuju kota,

Tempat diamana pertama kali kita bertemu,

Kau peluk aku erat hingga menyumbat jalan nafasku,



Menjelang senja…

Gerimis hujan masih membasahi bumi setibanya di kota,

Kau menangis menjadi dan berucap “kenang aku

Dalam damai hatiku kau tersimpan”,



Menjelang senja…

Akan kutinggalkan semuanya disini,

semua yang  terindah yang pernah terlewati

bukan “selamat tinggal” tapi “sampai jumpa lagi”

karena aku akan kembali lagi saat “menjelang senja”
 

 wd

Bandung
31 Januari 2010

Menari Bersama Angin

Terdiam sesaat dan tak mampu gerakkan bibirku,,, 
Aku malu entah malu kpd siapa, 
Hatiku tak tergerakan meski kau coba membantu
Nada suaraku lirih hingga kaupun tak mendengar, apakah kau tuli??
Aku yakin tidak, karna angin pun tidak terlalu kencang mendesir di telingamu..

Langkah ini enggan mengayun seperti merasakan juga hancurnya aku
Entah karena apa, akupun bingung dan sudah berulangkali ku kutanyakan padamu
Kau tak menjawab, atau kaupun merasa bingung? 
Lalu ku bertanya lagi, : “Harus kpd siapa ku bartanya?” dan kaupun hanya “Diam”

Sampai malam larut, mata terkantuk ingin memejam tapi tetap terbuka
Bintang berkedip, Bulan tertawa tak kuhiraukan mataku tetap menerawang
Pikiranku melayang entah kamana perginya, dan kau masih disini
Tetap temani aku menunggu ku bicara dan bertanya lagi…

Kuulurkan tangan ini,  kau menyambut menggenggam dengan jari lembutmu
Ku menatapmu dengan mata terkantuk, kubisikan sesuatu ditelingamu
Kau torehkan wajahmu dekat dimukaku seakan terkejut,,
Dan aku mendengar suaramu “aku menyayangimu

Dan biarkan itu tetap ada sampai waktu habis
Sampai mata ini terpejam, sampai lidah ini kelu, sampai jemari tangan ini kaku,
Sampai semua yang kurasakan hilang lenyap tak berbentuk, tak berwarna
Dan biarkan rasaku kubawa pergi menari bersama angin….



Majalengka 28 Juni 2010
      WD

Terpanjara Dalam Waktu

entah sudah berapa kali musim hujan ini berganti,
entah sudah berapa ribu detik yang terlewati,
tak bisa terhitung lagi dengan jari,
langkah ini gontai meniti hari,
seakan tak mampu lagi mengayuh sampan,
beban ini tak berpangkal seiring dengan kebohongan yang menerus,
pikiran kaku membayangi hari yang terus berganti,
sementara aku masih saja teronggok dsini,
tak mampu meraih asa dan mengejar harap,
seakan terpaku terpenjara dalam waktu,
aku bosan dengan semua ini, 
tapi aku hanya bisa menunggu hingga keroposnya jeruji ini,
dan aku bisa melangkah lagi dengan tegak.....


WD 
Mjl
Desember 2011