Senin, 12 Desember 2011

Menari Bersama Angin

Terdiam sesaat dan tak mampu gerakkan bibirku,,, 
Aku malu entah malu kpd siapa, 
Hatiku tak tergerakan meski kau coba membantu
Nada suaraku lirih hingga kaupun tak mendengar, apakah kau tuli??
Aku yakin tidak, karna angin pun tidak terlalu kencang mendesir di telingamu..

Langkah ini enggan mengayun seperti merasakan juga hancurnya aku
Entah karena apa, akupun bingung dan sudah berulangkali ku kutanyakan padamu
Kau tak menjawab, atau kaupun merasa bingung? 
Lalu ku bertanya lagi, : “Harus kpd siapa ku bartanya?” dan kaupun hanya “Diam”

Sampai malam larut, mata terkantuk ingin memejam tapi tetap terbuka
Bintang berkedip, Bulan tertawa tak kuhiraukan mataku tetap menerawang
Pikiranku melayang entah kamana perginya, dan kau masih disini
Tetap temani aku menunggu ku bicara dan bertanya lagi…

Kuulurkan tangan ini,  kau menyambut menggenggam dengan jari lembutmu
Ku menatapmu dengan mata terkantuk, kubisikan sesuatu ditelingamu
Kau torehkan wajahmu dekat dimukaku seakan terkejut,,
Dan aku mendengar suaramu “aku menyayangimu

Dan biarkan itu tetap ada sampai waktu habis
Sampai mata ini terpejam, sampai lidah ini kelu, sampai jemari tangan ini kaku,
Sampai semua yang kurasakan hilang lenyap tak berbentuk, tak berwarna
Dan biarkan rasaku kubawa pergi menari bersama angin….



Majalengka 28 Juni 2010
      WD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar