Terdiam sesaat dan tak mampu gerakkan bibirku,,,
Aku malu entah malu kpd siapa,
Hatiku tak tergerakan meski kau coba
membantu
Nada suaraku lirih hingga kaupun tak mendengar, apakah kau tuli??
Aku yakin tidak, karna angin pun
tidak terlalu kencang mendesir di telingamu..
Langkah ini enggan mengayun seperti merasakan juga hancurnya aku
Entah karena apa, akupun bingung dan sudah berulangkali ku
kutanyakan padamu
Kau tak menjawab, atau kaupun merasa bingung?
Lalu ku bertanya lagi, : “Harus kpd siapa ku bartanya?” dan
kaupun hanya “Diam”
Sampai malam larut, mata terkantuk ingin memejam tapi tetap
terbuka
Bintang berkedip, Bulan tertawa tak kuhiraukan mataku tetap
menerawang
Pikiranku melayang entah kamana perginya, dan kau masih disini
Tetap temani aku menunggu ku bicara dan bertanya lagi…
Kuulurkan tangan ini, kau
menyambut menggenggam dengan jari lembutmu
Ku menatapmu dengan mata terkantuk, kubisikan sesuatu ditelingamu
Kau torehkan wajahmu dekat dimukaku seakan terkejut,,
Dan aku mendengar suaramu “aku
menyayangimu…’
Dan biarkan itu tetap ada sampai waktu habis
Sampai mata ini terpejam, sampai lidah ini kelu, sampai jemari
tangan ini kaku,
Sampai semua yang kurasakan hilang lenyap tak berbentuk, tak
berwarna
Dan biarkan rasaku kubawa pergi menari bersama angin….
Majalengka 28 Juni 2010
WD

Tidak ada komentar:
Posting Komentar