Selasa, 06 Desember 2011

Taman Kalbu

gemercik air hujan berhenti saat mendung itu pergi,
meninggalkan sisa pelangi dan bulir - bulir air pada daun yang ditempa angin,
mataharipun tersenyum malu - malu sehabis hujan tadi,
menghangatkan taman ini entah untuk yang keberapa kali,
aku masih terpaku di bangku tua dan usang ini,
menunggu datang sang penyelam hati yang singgah dalam pijakan hati,
lampu taman yang temaram mulai dinyalakan, 
terlihat pantulannya dari bulir - bulir air sisa hujan sore tadi,
sementara aku teronggok dalam kesunyian hati,
dengan menyimpan berjuta misteri yang tak tertuang dalam langkah,
hnya kata yang menemani dengan setia, meski makna entah dimana,
tapi aku akan terus melangkah dengan berjuta rencana yang usang...


WD
Mjl
Desember 2011


Tidak ada komentar:

Posting Komentar